Jesus Our Yearning!

22 Agustus 2015

Peringatan wajib St Perawan Maria, Ratu (P)

Bacaan I: Rut 2:1-3.8-11;4:13-17
1 Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.
9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."
16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.
17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Mazmur 128:1-2.3.4.5 | R: 4

R Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

* 1 Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

* 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

* 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

* 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,

Injil: Mat 23:1-12
1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9 Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Renungan


“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
(Mat. 23:12)

Keluarga
Syalom orang muda Katolik!
Teman-teman terkasih, Kitab Rut hari ini menceritakan kisah keluarga Naomi dan Kitab Mazmur melantunkan nyanyian ziarah, berkat atas rumah tangga. Keduanya berbicara mengenai keluarga atau rumah tangga.
Jumat kemarin adalah ulang tahun pernikahan ayah dan ibu saya. Saya tidak tahu apakah ibu saya ingat atau tidak ataukah memang hanya saya yang mengingatnya. Ayah saya sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Saya kembali teringat pada sosok ayah saya yang gagah berani, selalu optimis, disiplin, pekerja keras. Beliau yang mengajar saya untuk bersikap jujur dan tidak sombong. Awalnya saya ragu memberikan ucapan selamat ulang tahun pernikahan kepada ibu saya. Saya takut ibu saya kembali teringat pada suaminya yang tercinta. Tapi tangan saya tidak mampu menahan untuk mengetik pesan singkat pagi itu.
“Selamat ulang tahun pernikahan mama dan bapak :-* pasti bapak selalu mendoakan kita dari surga :-*” Tak lama kemudian, ibu saya membalas pesan singkat saya tadi, “iya nak {()} :-*” Saya tidak tahu bagaimana perasaan ibu saya saat membaca pesan singkat dari sang anak. Apakah ibu meneteskan air mata haru atau apapun itu, saya tidak tahu.
Orang muda Katolik, firman Tuhan tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk selalu menjadi pelayan (seorang yang mau melayani dan bukan untuk dilayani), selalu merendahkan diri dan bukan meninggikan diri! Segala yang kita miliki adalah milik TUHAN dan semua itu hanyalah titipan Tuhan untuk kita selama hidup di dunia ini, sebab Dialah Rabi dan Dialah Pemimpin kita, yaitu Mesias, Dialah Bapa, yaitu Dia yang di sorga. Ketika Tuhan berkata “waktunya untuk pulang”, segala yang kita miliki tidak akan kita bawa sampai mati, termasuk keluarga.

Ya Bapa, sertailah selalu keluarga kami dan jadikanlah keluarga kami seperti keluarga kudus-Mu. Amin.

[BCO]

21 Agustus 2015

Peringatan wajib St Pius X, Paus (P)

Bacaan I: Rut 1:1.3-6.14b-16.22
1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
14b Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Mazmur 146:5-6.7.8-9a.9bc-10 | R: 2a

R Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup

* 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,

* 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,

* 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9a TUHAN menjaga orang-orang asing, 

* 9bc anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Injil: Mat 22:34-40
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Renungan



"Karena kasih itu ibarat sebuah apel, kau takkan merasakan puas apabila hanya menggigit kulit luarnya saja. Karena kasih itu ada di dalam dan berasal dari dalam." -AS


Selamat pagi !
Kasih, inti permenungan kita pada hari ini adalah kasih, yaitu rasa saling peduli satu sama lain dan saling melindungi. Kasih merupakan inti dari pengajaran Yesus dalam karya pewartaan Keselamatan, maka kita sebagai murid Yesus juga harus memiliki kasih, baik kasih kepada diri sendiri dan juga kasih kepada sesama.
Dalam bacaan pertama, dikisahkan Naomi yang ditinggal mati oleh Elimelekh, suaminya dan juga kedua anaknya, Mahlon dan Kilyon hendak kembali ke tanah Moab bersama kedua menantunya, Orpa dan Rut. Namun, ketika Orpa berpaling dan pulang ke tanah asalnya, Rut tetap tinggal bersama Naomi karena dia mengasihi Naomi seperti ibu kandungnya sendiri. Sebuah perbuatan yang kiranya pada zaman sekarang ini agak sulit kita temui, mengingat bahwa banyak kasus dimana menantu menganiaya mertua, tidak merawat mereka yang sudah renta. Jalan terakhir adalah memasukkan mereka ke panti jompo, karena tak ingin direpotkan.
Pertanyaannya teman-teman sekalian, ini kah bentuk dari rasa kasih yang kita miliki? Membiarkan orangtua dirawat oleh orang lain yang bukan siapa-siapa di sisa hidupnya? Sedangkan waktu kecil ibu merawat kita dengan sabar tanpa ada niat sedikitpun memasukkan kita ke panti asuhan karena rewelnya kita? Atau membiarkan menantunya menjalani hidup berkeluarga apa adanya, tidak memberi pengajaran bahwa hidup dalam bingkai perkawinan punya tanggungjawab yang lebih? Maka tidak salahlah banyak orang mengatakan bahwa Surga di telapak kaki ibu, bukan karena apanya, tapi karena kasihnya. Kasih ibu terlalu rumit untuk bisa kita mengerti saat ini, tapi akan ada saatnya kelak semua yang ibu lakukan akan menjadi pelajaran hidup yang terbaik pada kita.

Senada dengan bacaan pertama, bacaan Injil juga membahas tentang kasih. Saat seorang ahli Taurat hendak mencobai Yesus, dan Yesus menjawab "Hukum yang terutama ialah Kasih..."
Bukan tanpa alasan Yesus mengatakan bahwa Kasih adalah hukum yang terutama dan paling utama. Karena dalam setiap pelayanan-Nya, Dia selalu mengedepankan rasa belas kasih. Tidak mungkin juga kan Yesus mengajarkan, mewanti-wanti kepada semua orang yang percaya padaNya untuk berbuat Kasih tetapi tidak pernah melakukannya dalam hidupNya. Yesus bukan hanya datang mewartakan janji Keselamatan, tetapi juga datang untuk mengajarkan kita berubah menjadi seperti Dia, agar kita juga sempurna, sama seperti Dia yang sempurna.
Teman-teman terkasih, coba baca kembali 10 perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di gunung Sinai. Jika anda bisa mendalaminya lebih jauh, kesepuluh perintah Allah itu semuanya sama, mengutamakan KASIH, yang membuat bangsa Israel dan juga kita umatNya hidup rukun dan tentram selama berabad-abad. Karena kasih itu menentramkan, kasih itu mempersatukan, dan kasih itu indah dimata Tuhan dan indah dimata kita manusia. Dan Allah menginginkan kasih itu ada di dalam diri kita, dalam setiap tingkah laku kita, tutur kata kita hingga kita menjadi sempurna di dalamnya.
Amin.


(AS)

20 Agustus 2015

Peringatan wajib St Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja (P)

Bacaan I: Hak 11:29-39a
29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroër sampai dekat Minit -- dua puluh kota banyaknya -- dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
39a Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu.

Mazmur 40:5.7-8a.8b-9.10 |  

R Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu

* 5 Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!

* 7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. 8 Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; 

* 8b dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; 9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

* 10 Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Injil: Mat 22:1-14
1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Renungan
Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
(Hak 11 : 36)
   
Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu." (Hak 11 : 36)  Hari ini kita kembali melihat bagaimana Panglima Israel yaitu Yefta yang berperang melawan bani Amon sebelum ia berperang ia telah bernazar kepada Tuhan. Ternyata Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangannya. Apakah yang terjadi ketika ia pulang ke Mizpa ke rumahnya? Sebelum kita membahas lebih jauh, saya ingin membagikan cerita mengenai sahabat. Pada suatu hari dua orang sahabat sepakat untuk mengadakan perjalanan jauh bersama-sama. Mereka sahabat karib yang telah mengenal satu sama yang lain bertahun-tahun. Yang satu berjanji kepada yang lain, “Aku akan mendampingimu dalam kesulitan dan kegembiraan.  Apa pun yang terjadi aku tetap bersamamu lebih-lebih dalam kesulitan di perjalanan”. Teman yang kedua sedikit lemah dan penakut sangat senang mendengar janji itu. Mereka kemudian bepergian bersama-sama. Dalam perjalanan itu mereka harus melewati sebuah hutan lebat. Karena janji itu, teman yang lemah tidak takut. Akan tetapi, sesudah setengah perjalanan tiba-tiba muncul dari kejauhan seekor beruang besar. Segera teman yang kuat itu memanjat sebatang pohon untuk menyelamatkan diri, meninggalkan temannya pada nasibnya. Teman yang lemah tidak dapat mengikuti apa yang dilakukan teman yang kuat. Disaat panic itu tiba-nyatiba mucul gagasannya. Dia segera berbaring di tanah pura-pura mati. Dia menutup matanya rapat-rapat dan tidak berani bernafas. Teman yang di atas pohon mengamati beruang mendekati sahabatnya. Beruang melangkah ke tempat orang itu berbaring, berjalan mengelilinginya, berhenti sesaat dekat telinganya, dan dengan tenang pergi menghilang. Dengan rasa lega teman yang berada di pohon turun, sementara yang satunya duduk “Aku mengamati beruang itu tamoaknya membisikkan sesuatu kepadamu.” Kata teman yang lebih kuat. “Ya beruang itu berbisik begitu bodohnya aku mempercayai engkau,” jawab orang itu dengan sikap dingin. 
    Dari cerita singkat diatas kita dapat menarik benang merah yaitu ujian terhadap suatu janji terletak dalam pemenuhan janji itu. Begitu pun salah satu bacaan hari ini tantangan Yefta adalah ia memenuhi nazarnya kepada Tuhan yaitu apa yang keluar dari rumahnya dan ia pulang dengan selamat, maka menjadi kepunyaan Tuhan. Ternyata yang keluar tidak lain adalah anaknya sendiri. Ia telah bernazar kepada Tuhan dan anaknya harus ia persembahkan sebagai korban bakaran. Sebagai kaum muda beriman kita diajak untuk mampu berjanji dan mampu menepatinya. Untuk membuat janji sangatlah muda hanya sebatas mulut. Namun action dari janji tersebut merupakan salah satu tantangan terbesar kita dan tak banyak dari kita yang jatuh dalam hal ini. Maka marilah kita untuk lebih banyak aksi daripada janji (bicara). Meskipun kita manusia yang penuh keterbatasan. Tuhan telah menciptakan saya dan anda untuk saling membantu dan  mengisi keterbatasan kita lebih-lebih kelebihan. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih untuk bekerja di ladang Tuhan.

Ya,Bapa anugerahkanlah kami roh-roh untuk mampu menepati segala janji yang telah kami ucapkan mulai dari diri sendiri, orang lain terlebih kepadaMu. Amin

(DRL)


19 Agustus 2015

Hari biasa (H)

Bacaan I: Hak 9:6-15
6 Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
7 Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
8 Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
9 Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!
11 Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13 Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14 Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!
15 Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.

Mazmur 21:2-3.4-5.6-7 | R: 2a 

R TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita

* 2 TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! 3 Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.

* 4 Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. 5 Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.

* 6 Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya. 7 Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Injil: Mat 20:1-16a
1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16a Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu

Renungan


“Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu.”
(Mat 20:4a)

Dipanggil untuk Bekerja di ladang-Nya
“Kapan saya mulai dipanggil Tuhan untuk bekerja di ladang-Nya?” – sebuah pertanyaan sederhana untuk memulai renungan hari ini. Teman-teman coba merenungkan pertanyaan tadi untuk sejenak. Ada yang sudah mulai dipanggil Tuhan menjadi pelayan-Nya sejak kecil? Atau adakah yang mulai melayani ketika remaja? Atau ada yang baru saja mulai bekerja di ladang Tuhan? Saya rasa akan ada banyak jawaban atas pertanyaan saya tadi.
Hari ini, Tuhan memperlihatkan kita bagaimana Cara Tuhan memanggil umat-Nya agar mau bekerja di ladang-Nya melalui perumpamaan orang-orang upahan di kebun anggur. Dalam teks Injil hari ini, seorang Tuan menemukan dan mengajak para pekerja secara tidak bersamaan: ada yang bekerja mulai pagi, ada yang dari siang, bahkan sore hari pun ada. Upah yang diberikan pun juga sama antar pekerja yang satu dengan yang lain, yakni satu dinar. Memang, pekerja yang sudah bersusah payah bekerja dari pagi hari pasti akan menuntut mengapa upah yang diberikan sama dengan pekerja yang dipanggil pada siang dan sore hari. Jika kita berpikir secara logis, mungkin itu cukup tidak adil. Tetapi jika kita merenungkan perumpamaan ini menggunakan hati kita, Tuhan punya maksud dibalik semuanya itu!
Sejenak saya terdiam dan merenungkan bacaan Injil hari ini. Ketika saya kaitkan Injil hari ini dengan pengalaman hidup, saya mulai tahu apa yang Tuhan ingin sampaikan dalam perumpamaan ini. Kita ini adalah pekerja dalam perumpamaan tadi. Kita dipanggil Tuhan untuk bekerja di ladang-Nya secara tidak bersamaan. Seperti yang saya katakan di awal renungan, ada yang mulai melayani Tuhan sejak kecil, ada yang mulai sejak remaja, dan ada yang baru saja mulai melayani Tuhan sekarang ini. Lalu, mengapa waktunya bisa berbeda? Setiap orang punya cerita hidup masing-masing. Bisa saja ada dari kita yang dulu belum menyadari betul akan Tuhan dalam dirinya, atau ada yang dulu pernah lari dari Tuhan dan pada akhirnya ditemukan kembali oleh-Nya. Ingat! Bapa yang baik selalu mencari dan terus mencari orang-orang yang terlantar karena imannya. Ada banyak hal yang Bapa dapat lakukan untuk mencari dan menemukan orang yang terlantar tersebut.
Kita perlu bangga karena Tuhan berhasil menemukan kita dan akhirnya kita bisa bekerja di ladang-Nya. Ada banyak kok ladang yang Tuhan siapkan untuk kita, seperti melayani Tuhan dalam pelayanan misa, rukun, terlibat dalam kegiatan sosial gereja, ambil bagian dalam tim paduan suara, pemusik gereja, melayani keluarga, dan lain sebagainya. Kita tidak perlu iri kepada yang lain seperti pekerja dalam perumpamaan tadi. Justru kita patut gembira dan bersyukur karena orang lain mau meninggalkan yang jahat dan akhirnya mau bekerja bersama Tuhan! Begitulah cara Tuhan memanggil umat-Nya. Satu yang Tuhan inginkan: Kita dapat bersukacita dalam Kerajaan Surga bersama Bapa, Yesus, Bunda Maria, dan semua orang kudus lainnya. Itulah UPAH SATU DINAR YANG SEBENARNYA! Bukankah itu yang kita inginkan bersama?
Mulailah kita bekerja di ladang-Nya, jangan lelah bekerja di ladang-Nya, Ajak orang lain agar mereka mau bekerja di ladang-Nya, sehingga kita bisa mendapat upah yang sama, yakni Bersukacita dalam Kerajaan Allah!

Roh Kudus senantiasa memberkati kita semua. Have a Blessed Wednesday! ^^


[BRNDT]

sumber gambar: [https://ahessblog.files.wordpress.com/2012/03/discipleship-copy.jpg?w=481&h=217]

18 Agustus 2015

Hari biasa (H)

Bacaan I: Hak 6:11-24a
11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
17 Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."
19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian.
21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka."
23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
24a Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan.

Mazmur 85:9.11-12.13-14 | R: lih. 9

R Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya

* 9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

* 11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

* 13 Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. 14 Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Injil: Mat 19:23-30
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Renungan


“...Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani”
(Hak 6:12)

Mari jalankan misi!
Holla, JOYers! Semoga harimu menyenangkan ya! Sebelumnya, saya pernah sharing pada teman-teman bagaimana seharusnya sikap kita untuk menanggapi panggilan Tuhan. Dan disini, Tuhan kembali mengajak kita melalui bacaan hari ini agar kita sungguh-sungguh mau menerima tugasnya menjalankan misi-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kalau kita tiba-tiba diberi kepercayaan dari si ketua untuk menjalankan sebuah misi saja terkadang kita merasa belum sanggup atau tidak percaya. Kalau belum sanggup, itupun karena kita merasa diri kita masih kurang atau masih ada orang yang lebih hebat dibandingkan kita. Tapi disitulah kita perlu bangga. Mengapa? Karena si ketua pasti sudah mengamati kita jauh-jauh hari bagaimana kita bersikap terhadap orang lain, bagaimana kita menganalisis masalah yang kita hadapi, dan sebagainya.
Tuhan pun demikian. Teman-teman bisa melihat bacaan pertama hari ini dimana Gideon sendiri tidak percaya kalau dia dipilih oleh Tuhan untuk menjadi hakim atas bangsa Israel sedangkan dia masih muda dan dia sendiri termasuk dalam kelompok minoritas. Tapi disitulah kuasa Tuhan bekerja. Allah sudah mengetahui bagaimana sikap Gideon selama di dunia dan Ia sudah yakin kalau Gideon pasti sanggup melakukan tugas Allah tersebut. Allah sendiri akan selalu menyertainya selama menjalankan tugas tersebut. Dan kita semakin dikuatkan dalam bacaan Injil hari ini dimana Yesus sendiri mengatakan kalau kita akan mendapat upah yang sangat besar di surga kalau kita sanggup menjalankan dan mewartakan karya kasih Tuhan kepada sesama!
Jadi, kita sebagai orang muda Katolik TIDAK PERLU TAKUT  untuk mewartakan karya Tuhan di sekitar kita karena itu berarti TUHAN MEMPERCAYAI KITA! Ada banyak hal sederhana yang kita perlu lakukan untuk menjalankan misi-Nya. Jangan malu untuk membuat tanda salib di sekitar kita, misalnya di jalan atau di rumah makan. Jangan ragu untuk menyebut “Yesus” ketika kita ingin mengucap syukur atau meminta tolong. Jangan takut untuk mewartakan cinta kasih Tuhan kepada sesama, terutama kepada saudara kita yang beragama lain. Jangan takut untuk menegur orang lain jika mereka berbuat salah karena jika kita menegur mereka dalam kasih, artinya kita peduli terhadap mereka.
Jangan takut melakukan perbuatan kasih Allah kepada sesama. Allah akan menyertai kita!

So, Let’s do it guys! God Bless You!

[BRNDT]

sumber gambar: dokumen JOY

17 Agustus 2015

HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P)

Bacaan I: Sir 10:1-8
1 Pemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur.
2 Seperti penguasa bangsa demikianpun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya.
3 Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.
4 Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya.
5 Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seorang manusia, dan kepada para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya.
6 Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.
7 Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah.
8 Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.

Mazmur 101:1a.2ac.3a.6-7 | R: Gal 5:13

R Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

* 1a Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, ya TUHAN.

* 2ac Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.

* 3a Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila.

* 6 Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. 7 Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.

Bacaan II: 1Ptr 2:13-17
13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Injil: Mat 22:15-21
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Renungan
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Mat 22:21
Dalam buku Paulo Coelho yang berjudul The Winner Stands Alone, diceritakan bahwa pemeran utama prianya membunuh mantan istrinya. Rencana pembunuhan dipersiapkan dengan sangat matang. Tanpa ragu, sang pembunuh pun berdoa kepada Bunda Maria. Ia selalu merasa bahwa 'menyakiti orang lain' adalah pesan yang disampaikan oleh Sang Ilahi. Beberapa kali muncul dalam pikirannya bahwa hal yang ia lakukan adalah salah, namun ketika muncul rasa takut dalam dirinya, ia mencari alasan-alasan lain. Ia memperkuat motifnya. Ia mencari pembenaran.
Teman-teman yang terkasih, mari merenungkan hidup kita hari ini. Selama ini apa yang lebih sering kita cari dalam hidup? Apa yang berusaha kita temukan ketika dalam masalah? Kebenaran kah? Atau pembenaran? Kedua hal ini mirip memang, tetapi sangat berbeda.
Dalam bacaan Injil hari ini, dikatakan bahwa Yesus dicobai. Orang Farisi berusaha menjerat Yesus. Melalui pertanyaan: "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" mereka berusaha mencari pembenaran. Pembenaran akan hal tidak terpuji seperti tidak membayar pajak yang mungkin saja mereka lakukan saat itu. Bila dicerminkan pada kehidupan manusia sekarang, pertanyaan tersebut pun masih seringkali digunakan untuk mencari pembenaran. Banyak kalangan masyarakat yang karena keserakahannya tidak membayar pajak.
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Ada kata wajib dalam kalimat yang disampaikan Yesus itu. Di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70 ini, kita diajak untuk melaksanakan segala kewajiban kita sebagai warga negara dan warga gereja. Kemerderkaan digunakan untuk melayani sesama dengan kasih, bukan untuk berbuat dosa. Dengan berlandaskan kasih, niscaya masyarakat Indonesia dapat hidup dalam damai.
Selamat Hari Kemerdekaan RI yang ke-70! Semoga kita bisa menjadi masyarakat Indonesia, masyarakat dunia, dan masyarakat Kerajaan Sorga yang penuh cinta kasih.
Semoga demikian. Amin
(LJB)

16 Agustus 2015

HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA (P)

Bacaan I: Why 11:19a;12:1-6a.10ab
19a Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu.
1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
6a Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah
10ab Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya.

Mazmur 45:10c-12.16 | R:10d

R Di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir

* 10bc Di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir. 11 Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! 12 Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

* 16 Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan II: 1Kor 15:20-26
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Injil: Luk 1:39-56
39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan 



"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya"
(Luk 1:46-48a)


Bunda Maria
Happy Sunday, guys! Hari ini gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Jujur, pengetahuan saya tentang hari raya ini tidak sebesar para pastor ataupun guru-guru agama lainnya. Tapi di sini, saya ingin mengajak teman-teman untuk sharing bersama.
Setiap ujian dalam hidup ini pasti akan berakhir bahagia ketika kita sanggup bertahan dan melewati bersama Tuhan. Dalam kehidupan yang semakin keras, ada banyak rintangan dan cobaan yang dilewati. Beberapa orang dari kita pasti pernah jatuh ke dalam cobaan berat. Berat? Pasti. Saya pun pernah merasa demikian. Dulu saya merasa bahwa beban yang saya tanggung sangat berat. "Kenapa saya harus menanggung beban ini? kenapa saya harus jatuh seperti ini? Tuhan, rasanya saya ingin mati saja!" Betul, saat itu saya sampai berniat ingin bunuh diri. Tapi beberapa hari kemudian saya mendapat pencerahan dari Tuhan. Tuhan menyelamatkan saya agar tidak jatuh lagi dan saya merasakan Tuhan disamping saya. Sejak saat itu saya mulai menyadari bahwa Kuasa Allah itu luar biasa dan mulai berjalan bersama-Nya baik dalam suka maupun duka. Saya bawa semuanya bersama Tuhan. Dan benar, Tuhan mengangkat saya ke dalam kebahagiaan sejati, sukacita surga yang luar biasa!
Di dalam peristiwa menyelamatkan ini, Bunda Maria diangkat ke Surga baik jiwa maupun raganya karena Allah sendiri merasa bahwa tugasnya di dunia sudah selesai dan Bunda Maria sendiri berhasil menjalankan semuanya itu dengan gembira dan hati yang ikhlas. Teman-teman mungkin bisa ingat kembali, betapa berat tanggungan Bunda Maria saat Ia mengandung dan melahirkan Yesus dimana ia harus menahan cibiran orang bahwa Maria dikatakan hamil diluar nikah. Kedua, Bunda maria juga berhasil mempertahankan dan menyelamatkan Yesus kecil agar tidak terbunuh oleh pasukan herodes. Ketiga, Bunda Maria dengan setia tetap mengikuti apa yang Yesus lakukan sebagai juru selamat hingga Yesus wafat. Apa yang dijalani oleh Bunda Maria tentunya tidak berjalan dengan mulus. Saya yakin, ada banyak cobaan, celaan, ejekan, dan segala bentuk fitnah. Tapi dengan tabah ia tetap menjalankan tugasnya itu dengan teguh dan ikhlas, buktinya Bunda Maria tetap lantunkan pujian kepada Allah dengan kata yang luar biasa indahnya. 
Bunda Maria sendiri diuji, kita pun juga pasti pernah diujian. Dari cerita yang saya bagikan dan sekilas hidup perjalanan Bunda Maria, saya ingin mengajak teman-teman agar kita perlu meneladani sosok Maria, yang selalu tabah dan setia dalam berbagai perkara serta mampu membawa semuanya itu dalam pujian kepada Tuhan. Percayalah, TUHAN AKAN MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN SEJATI PADA JIWA DAN RAGA KITA!

Happy Sunday, GBU!

[BRNDT]


Sumber gambar: [https://www.google.co.id/search?q=Pujian+Maria&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAgQ_AVqFQoTCLHY0uvCrMcCFcublAodxakGLA#tbm=isch&q=Bunda+maria+yang+tabah&imgrc=SUUTPaszX_evvM%3A]